Perhatian secara psikologis terhadap agama setua kehidupan umat manusia, sejak kesadaran manusia tumbuh orang telah memikirkan tentang arti hidup. Perilaku manusia yang berkaitan dengan dunia ketuhanan ternyata telah banyak menyita perhatian para ahli dan pada abad ke-19 perhatian tersebut dilakukan secara ilmiah lewat Psikologi Agama.
Sumber-sumber Barat mengungkapkan bahwa penelitian ilmiah modern di lapangan Psikologi Agama dimulai sejak adanya kajian para antropolog dan sosiolog tentang agama. Terbitnya buku The Psychology of Religion karya E.D Starbuckth tahun 1899 menjadi tanda lahirnya Psikologi Agama.
Di dunia Timur (Islam) kajian-kajian Psikologi Agama telah banyak dilakukan dan jauh sebelum lahirnya Psikologi Agama di Barat. Seperti terbitnya karya Ibnu Tufail (1110-1185) Hayy Ibnu Yaqzan, al Ghazali (1059-1111) dengan karya al Munqidz min al Dhalal dan Ihya ‘Ulum al Din dll, namun belum dikembangkan ke dalam Psikologi Agama.
Di Indonesia, Psikologi Agama mulai dikenal sejak tahun 1970 an. Prof.Dr.A. Mukti Ali dan Prof.Dr.Zakiah Dradjat yang dikenal sebagai pelopor pengembangan Psikologi Agama di lingkungan IAIN, dan terbitnya beberapa buku Psikologi Agama.
Perkembangan Psikologi Agama sekarang semakin pesat yang mengarah kepada ilmu Psikologi terapan yang banyak manfaatnya dalam berbagai lembaga spt lembaga pendidikan, penyuluhan, pembinaan masyarakat, perusahaan, rumah sakit, panti asuhan, lembaga pemasyarakatan, dakwah dll.
Sebagai Sarana Menjelajah Dunia Baru dan Berbagi yang berikan tulisan-tulisan dan semacamnya
Sexy Banget
Rabu, 04 Januari 2012
PERKEMBANGAN JIWA AGAMA PADA ANAK
Rentang waktu Anak-anak ; 0 – 12 tahun.
Umur 0 – 3 tahun, periode vital atau menyusui
Umur 3 – 6 tahun, periode estetis atau masa mencoba atau bermain
Umur 6 – 12 tahun, periode intelektual.
Prinsip Kondisi Anak
Prinsip biologis : lemah, tanpa daya, memerlukan bantuan.
Prinsip eksplorasi : jsmani dan rohaninya akan matang jika dilatih.
Timbulnya Agama pada Anak
Seorang anak beragama karena :
Rasa Ketergantungan; Bayi sejak lahir hidup dalam ketergantungan. Hal tersebutlah yang menyebabkan rasa keagamaan.
Instink Keagamaan
Fitrah
Perkembangan Agama pada Anak
Tingkat dongeng ( 3 – 6 tahun)
Tingkat Kenyataan ( 6 tahun sampai dewasa)
Dasar ide keagamaan ; emosional
Konsep Tuhan ; Formalis
Sifat Beragama pada Anak
Tidak mendalam
Egosentris
Antropologis
Verbalis dan ritual
Imitatif
Rasa kagum
Umur 0 – 3 tahun, periode vital atau menyusui
Umur 3 – 6 tahun, periode estetis atau masa mencoba atau bermain
Umur 6 – 12 tahun, periode intelektual.
Prinsip Kondisi Anak
Prinsip biologis : lemah, tanpa daya, memerlukan bantuan.
Prinsip eksplorasi : jsmani dan rohaninya akan matang jika dilatih.
Timbulnya Agama pada Anak
Seorang anak beragama karena :
Rasa Ketergantungan; Bayi sejak lahir hidup dalam ketergantungan. Hal tersebutlah yang menyebabkan rasa keagamaan.
Instink Keagamaan
Fitrah
Perkembangan Agama pada Anak
Tingkat dongeng ( 3 – 6 tahun)
Tingkat Kenyataan ( 6 tahun sampai dewasa)
Dasar ide keagamaan ; emosional
Konsep Tuhan ; Formalis
Sifat Beragama pada Anak
Tidak mendalam
Egosentris
Antropologis
Verbalis dan ritual
Imitatif
Rasa kagum
Langganan:
Komentar (Atom)